Beranda / Science & Future / Mengejutkan! Ilmuwan Buat Makhluk Hidup Tanpa Perlu Jantung, Kok Bisa?

Mengejutkan! Ilmuwan Buat Makhluk Hidup Tanpa Perlu Jantung, Kok Bisa?

Foto mikroskopis makro yang menunjukkan Xenobot, kluster sel hidup,makhluk hidup tanpa perlu jantung sedang didorong oleh ujung alat uji presisi di dalam cawan petri.

Bagi semua makhluk biologis bersel banyak, jantung adalah mesin utama penopang kehidupan. Namun, pernahkah kamu membayangkan ada makhluk hidup tanpa perlu jantung yang benar-benar nyata? Bayangkan anatomi tubuh kita ini seperti sebuah sistem instalasi listrik bertegangan tinggi di dalam sebuah gedung raksasa. Jantung adalah power supply atau meteran utama, sedangkan pembuluh darah adalah jaringan kabel panjang yang mendistribusikan arus energi (oksigen) ke seluruh penjuru ruangan.

Sistem sentral seperti ini sebenarnya punya kelemahan fatal. Jika mesin power supply utama itu rusak, korslet, atau berhenti berdetak walau hanya beberapa menit saja, maka seluruh “gedung” akan mati total karena kehilangan pasokan energi. Namun, bagaimana jika aturan mutlak dari alam semesta ini berhasil dipatahkan oleh manusia?

Kabar gila baru saja datang dari laboratorium bioteknologi. Lewat eksperimen tingkat tinggi, ilmuwan biologi sintetis berhasil merakit makhluk hidup tanpa perlu jantung. Entitas biologis ini bisa bergerak, bekerja sama, bahkan menyembuhkan dirinya sendiri tanpa memiliki organ pemompa sama sekali. Mari kita bedah bagaimana keajaiban fiksi ilmiah ini bisa terwujud di dunia nyata!

Mengenal Xenobot: Robot Hidup dari Sel Katak

Foto makro dari Xenobot mikroskopis makhluk hidup tanpa perlu jantung, sedang mendorong partikel kecil di dalam cawan petri di bawah pencahayaan lab yang natural.

Makhluk misterius ini tidak diciptakan melalui proses kawin silang hewan, melainkan dirakit dari nol menggunakan sel induk (stem cell). Para peneliti dari Universitas Vermont dan Universitas Tufts mengambil sel kulit dan sel otot jantung dari embrio katak cakar Afrika atau yang secara ilmiah dikenal sebagai Xenopus laevis, lalu menyusunnya ulang menggunakan desain algoritma superkomputer.

Hasilnya adalah sebuah organisme berukuran kurang dari 1 milimeter yang diberi nama Xenobot. Bentuknya tidak menyerupai hewan apa pun yang ada di Bumi. Mereka tidak punya mulut, tidak punya sistem pencernaan, tidak punya otak, dan yang paling ekstrem: mereka adalah makhluk hidup tanpa perlu jantung sejati.

Meskipun tidak memiliki organ sentral, Xenobot ini sepenuhnya hidup. Mereka bisa berenang secara mandiri di dalam cawan petri, mendorong benda-benda kecil, bermanuver melewati rintangan, dan bahkan bergabung menjadi sebuah kelompok besar untuk menyelesaikan sebuah tugas.

Tanpa Jantung, Dari Mana Mereka Mendapat Energi?

Kembali ke analogi instalasi kelistrikan tadi. Jika tubuh manusia menggunakan sistem sirkuit seri yang sangat bergantung pada satu sumber listrik utama (jantung), makhluk hidup tanpa perlu jantung ini menggunakan pendekatan sirkuit paralel skala mikro.

Baca Juga:  Kiamat Sampah Batal? Bakteri Rekayasa Makan Plastik 1.000x Lebih Ganas Ini Siap Selamatkan Bumi!

Alih-alih mengandalkan satu pompa besar untuk mengirimkan nutrisi melalui “kabel” pembuluh darah, setiap sel yang ada di dalam tubuh organisme sintetis ini bertindak seperti baterai mandiri yang sudah terisi penuh sejak awal. Mereka bertahan hidup menggunakan cadangan energi embrionik yang sudah tersimpan di dalam masing-masing selnya.

Perbandingan AnatomiMakhluk NormalMakhluk Sintetis (Tanpa Jantung)
Pusat Distribusi EnergiSentralisasi (Sangat bergantung pada jantung).Desentralisasi (Setiap sel bekerja mandiri tanpa pompa).
Respons Terhadap LukaPendarahan fatal jika pembuluh nadi putus.Tidak berdarah; sel langsung menempel otomatis.
Sistem Kendali GerakSinyal listrik dari otak ke saraf.Algoritma desain bentuk fisik bawaan.

Karena tidak ada cairan darah yang perlu dipompa, mereka terbebas dari ancaman serangan jantung atau pendarahan parah. Ketika ilmuwan mencoba membelah organisme ini menjadi dua bagian, makhluk tersebut tidak mati, melainkan langsung menyatukan dirinya kembali layaknya robot cair dari masa depan!

Membuka Gerbang Kedokteran Masa Depan

Penemuan ini bukan sekadar ajang unjuk gigi para ilmuwan eksentrik. Keberhasilan merancang makhluk hidup tanpa perlu jantung ini membuka jalan bagi revolusi medis yang belum pernah terbayangkan sebelumnya.

Di masa depan, teknologi ini bisa digunakan untuk merakit “pasukan” robot biologis dari sel tubuh pasien itu sendiri. Makhluk mungil ini bisa disuntikkan ke dalam tubuh manusia untuk membersihkan plak mematikan di dalam pembuluh darah, mendeteksi kerusakan organ dari dalam, atau mengantarkan obat langsung ke titik sel kanker berada, lalu hancur secara alami tanpa meninggalkan limbah bahan kimia.

Kesimpulan

Dunia sains terus berakselerasi dengan kecepatan yang sulit dicerna akal sehat. Fakta bahwa kehidupan dapat dirakit dan berjalan sebagai makhluk hidup tanpa perlu jantung, sama mengejutkannya dengan penemuan bahwa tumbuhan ternyata bisa merasakan sakit dan berteriak saat dipotong.

Batas antara biologi murni, rekayasa mesin, dan pemrograman komputer kini semakin memudar. Kita sedang menyaksikan langkah pertama manusia dalam menciptakan bentuk kehidupan baru, mendesain ulang arsitektur anatomi yang sudah berusia miliaran tahun di planet ini.

Tag: