Beranda / Science & Future / Mengerikan! Ternyata Tumbuhan Bisa Merasakan Sakit dan Berteriak Saat Dipotong

Mengerikan! Ternyata Tumbuhan Bisa Merasakan Sakit dan Berteriak Saat Dipotong

Ilmuwan dari tampak belakang mengenakan headphone dan menempelkan alat perekam ke batang pohon untuk mendengarkan suara ultrasonik, tumbuhan bisa merasakan sakit dan berteriak

Bikin merinding ternyata tumbuhan bisa merasakan sakit dan berteriak

pernahkah kamu membayangkan bahwa salad segar atau tumisan sayur yang kamu makan sebenarnya menyimpan kisah yang sedikit tragis? Bayangkan saat kamu sedang asyik memasak di dapur; memotong bawang merah atau bawang putih tipis-tipis—karena mungkin kamu adalah tim yang sangat anti dengan kehadiran daun bawang di dalam makanan—ada sebuah fenomena sains gila yang terjadi di luar batas pendengaran manusia.

Banyak dari kita mengira bahwa tanaman adalah benda hidup yang pasif dan diam saja saat dilukai. Namun, penelitian terbaru justru membuktikan hal yang sebaliknya. Ya, secara ilmiah, tumbuhan bisa merasakan sakit dan berteriak ketika mereka sedang stres, terluka, atau bahkan saat sedang kehausan parah!

Ibarat kamu lagi jalan-jalan santai menyusuri hamparan petak sawah di pinggir jalan raya, atau mungkin saat sedang jalan-jalan ditaman dengan hamparan rumput hijau, Sadarkah kamu kalau rumput liar yang tidak sengaja terinjak atau ranting rumput atau pohon yang dipatahkan itu sebenarnya memancarkan sinyal kepanikan?”

Penemuan Gila dari Ruang Kedap Suara

Selama ratusan tahun, buku sains selalu mengajarkan bahwa tanaman tidak punya pita suara sehingga tidak mungkin bersuara. Namun, sekelompok ilmuwan dari Universitas Tel Aviv di Israel menolak percaya begitu saja. Mereka melakukan eksperimen ekstrem dengan memasukkan tanaman tomat dan tembakau ke dalam sebuah kotak khusus kedap suara yang dilengkapi dengan mikrofon ultrasonik super sensitif.

Hasil rekamannya benar-benar di luar dugaan. Ketika batang tanaman tersebut digunting atau saat tanahnya dibiarkan kering kerontang selama berhari-hari, mikrofon menangkap gelombang suara bernada tinggi yang terus-menerus memborbardir ruangan. Ini membuktikan bahwa tumbuhan bisa merasakan sakit dan berteriak untuk merespons ancaman eksternal yang membahayakan nyawa mereka.

Seperti Apa Suara “Jeritan” Tanaman Itu?

Lalu, apakah suaranya mirip tangisan manusia atau jeritan seperti katak ke injak? Untungnya, tidak semengerikan itu.

Suara jeritan tanaman berada di frekuensi ultrasonik, yakni antara 20 hingga 100 kilohertz (kHz). Sebagai perbandingan, telinga manusia normal hanya mampu mendengar suara maksimal di angka 20 kHz. Jadi, wajar saja kalau kebun belakang rumahmu terasa sunyi senyap, padahal sebenarnya sedang terjadi “konser kepanikan” massal.

Kondisi TanamanRespons Suara yang Dihasilkan
Kondisi Sehat & NormalDiam total, kurang dari 1 suara per jam.
Sedang Dipotong (Cedera Fisik)Mengeluarkan hingga 25 jeritan pendek per jam.
Kekeringan Ekstrem (Dehidrasi)Sangat berisik! Bisa mencapai 35 jeritan per jam.

Saat para ilmuwan menurunkan frekuensi suara tersebut menggunakan komputer agar bisa didengar oleh telinga manusia, suara “teriakan” itu ternyata terdengar seperti bunyi letupan-letupan tajam. Mirip sekali dengan bunyi saat kita memencet plastik gelembung (bubble wrap) atau suara biji jagung yang meletup saat dijadikan popcorn.

Bagaimana Cara Mereka Berteriak Tanpa Mulut?

Ilustrasi tanaman tomat yang layu dehidrasi memancarkan gelombang suara ultrasonik berfrekuensi tinggi, tumbuhan bisa merasakan sakit dan berteriak

Mengingat tanaman tidak memiliki paru-paru atau pita suara, mekanisme keluarnya suara ini murni berasal dari keajaiban fisika dan biologi. Proses ini dikenal dengan sebutan Kavitasi (Cavitation).

Baca Juga:  Hanya 43% Tubuhmu yang Benar-Benar Manusia—Sisanya? Mikrobioma Tubuh Manusia yang Menguasaimu

Di dalam batang tanaman, terdapat pembuluh-pembuluh kecil bernama xilem yang bertugas menyedot air dari akar naik ke daun. Ketika tanaman terluka parah akibat dipotong atau mengalami dehidrasi, tekanan air di dalam pembuluh xilem tersebut menjadi kacau. Akibatnya, muncul gelembung-gelembung udara yang akhirnya pecah dengan tekanan tinggi. Ledakan-ledakan gelembung mikro inilah yang menciptakan suara ultrasonik yang terekam sebagai sebuah “jeritan”.

Apakah Tanaman Punya Sistem Saraf Seperti Kita?

Sama mengejutkannya dengan penemuan organ baru di tubuh manusia dekat jantung yang bersembunyi selama 200 tahun, cara anatomi tanaman bekerja sering kali luput dari pemahaman medis kita.

Meski tumbuhan bisa merasakan sakit dan berteriak, mereka sebenarnya tidak “menderita” secara emosional layaknya manusia atau hewan, karena mereka tidak memiliki otak atau sistem saraf pusat. Namun, mereka memiliki mekanisme pertahanan molekuler yang luar biasa cerdas.

Saat letupan suara kavitasi terjadi, getarannya akan memicu pelepasan senyawa kimia pertahanan ke seluruh bagian daun. Senyawa ini membuat daun menjadi terasa pahit atau beracun untuk mengusir ulat dan serangga yang mencoba memakannya. Lebih hebatnya lagi, frekuensi suara letupan ini ternyata bisa ditangkap oleh hewan-hewan seperti kelelawar dan ngengat dari jarak beberapa meter, memberi tahu mereka bahwa tanaman tersebut sedang tidak dalam kondisi baik!

Kesimpulan

Fakta bahwa kebun, hutan, ladang pertanian, atau semak belukar menyimpan dinamika suara tersembunyi benar-benar mengubah cara pandang kita terhadap alam. Di masa depan, para petani modern berencana memasang mikrofon ultrasonik di ladang mereka. Dengan begitu, petani bisa langsung tahu kapan tanaman mereka sedang “menjerit kehausan” sebelum daunnya terlanjur layu.

Dunia botani ternyata jauh lebih hidup, berisik, dan kompleks dari apa yang terlihat oleh mata. Mulai sekarang, mungkin kamu akan merasa sedikit berbeda saat melihat rumput liar yang diinjak atau sayuran yang sedang dipotong di atas talenan dapur.

Tag: